Produsen dan pengangkut pertanian dari negara bagian Tamaulipas akan mengadakan demonstrasi damai pada hari Senin, 24 November, memblokir setidaknya tujuh titik strategis di jalan raya negara bagian tersebut, termasuk dua jembatan internasional.
Tujuannya adalah untuk mengecam krisis yang berdampak pada sektor pertanian dan transportasi barang.
Seruan tersebut dikeluarkan oleh Front Nasional untuk Menyelamatkan Pedesaan Meksiko (FNRCM) dan Asosiasi Transportasi Nasional dan Kamar Transportasi Nasional (ANTAC).
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan di akun resmi mereka, titik penyekatan akan disebar ke wilayah berikut:
wilayah utara:
1. Kawasan La Repreña (meliputi Díaz Ordaz, Camargo dan Miguel Aleman). Titik protes adalah kota Villarreals, di jalan raya Reynosa-Nuevo Laredo.
2. Kilometer 30 Jalan Raya Reynosa-Monterrey, di kotamadya Mendez.
3. Jalan Raya San Fernando-Reynosa, mempengaruhi sebagian kota Rio Bravo. Para demonstran akan pindah ke Jembatan Internasional Pharr.
4. Ruas Matamoros-Valle Hermoso, di ketinggian Jembatan Internasional Nuevo Progreso.
Wilayah tengah:
5. Kilometer 201 Jalan Raya Ciudad Victoria-Matamoros, di kotamadya San Fernando.
6. Kilometer 27 Jalan Raya Gonzalez-Aldama.
Zona Sur:
7. Jalan Raya Manti-Ciudad Valles, dekat Abra Ejido.
Pawai protes dijadwalkan akan dimulai pada pukul 9:00 pagi.
Organisasi-organisasi tersebut menekankan bahwa massa akan melakukan aksi damai dan bertujuan untuk menuntut kondisi yang adil bagi produksi pertanian, serta mengecam ketidakamanan serius yang dihadapi oleh para pengangkut di jalan-jalan federal.
Front Nasional untuk Penyelamatan Pedesaan Meksiko (FNRCM), sebuah aliansi antara pengangkut dan petani, telah mendukung seruan mereka untuk melakukan “blokade besar-besaran” secara nasional dan menutup seluruh jalan pada Senin depan, 24 November. Para pemimpin gerakan tersebut meminta warga untuk tidak keluar rumah pada hari itu, dan memperingatkan bahwa “tidak akan ada penyeberangan.”
Mereka menyatakan bahwa gerakan ini muncul karena kurangnya hasil yang dicapai dalam perundingan dengan pemerintah, dan tujuan utamanya adalah untuk menjelaskan dan menuntut solusi terhadap serangkaian masalah yang, menurut para demonstran, mempengaruhi tulang punggung perekonomian negara.
Mobilisasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 November, dan mencakup penutupan jalan secara menyeluruh, penyitaan industri, dan penyitaan bea cukai di perbatasan utara. Anggota FNRCM meminta warga untuk tidak meninggalkan rumah atau menghindari perjalanan pada hari itu untuk mencegah konflik.
Hampir seluruh negara bagian diperkirakan akan terkena dampaknya.
Negara-negara yang terkena dampak
jcp
Artikel Perusahaan transportasi juga akan memblokir akses utama ke Tamaulipas pertama kali tampil pada Venture.